Translate

Kamis, 27 Maret 2014

Explain about Simple Tenses, Singular & Plural, Pronoun



Explain about Simple Tenses

Simple Past merupakan tensis pada bahasa inggris digunakan untuk menyatakan peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau.
Perlu diperhatikan untuk grammar ini, karena kalimat negatif dan pertanyaan tidak seperti kalimat positif tetapi mempertahankan bentuk dasar kata kerja.

Contoh kalimat:
-          I help mother to washed the dirty dishes last night
-          My friend borrowed money to buy gasoline yesterday

Simple present merupakan tensis yang digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kegiatan yang dilakukan saat ini  secara berulang-ulang setiap hari.
Contoh kalimat:
-          I help mother to wash the dirty dishes
-          My friend borrow money to buy gasoline

Simple future digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
Kalimat berpola simple future tense dapat dibentuk menggunakan will atau be going to.
Contoh kalimat:
-          They are going to be proud of me.
-          I will see you tomorrow.

Explain about Singular and Plural

Singular nouns digunakan untuk menunjukkan suatu benda yang berjumlah tunggal atau satu.
Contoh:
a computer, a chair, a train, a player, a teacher, a taxi, etc.
Plural nouns digunakan untuk menunjukkan benda yang berjumlah banyak (jamak).
Contoh:
computers, chairs, trains, players, teachers, taxis, etc.

Singular nouns
umumnya disertai determiners (a/an, this, that, the), misalnya: a river, a castle, an idea, this book, the man, etc.

Plural nouns umumnya dibentuk dengan menambah huruf (-s) di belakang kata benda yang akan dibuat dalam bentuk jamak, misalnya: boats, bats, houses, rivers, computer, boys, girls, etc.

Explain about Pronoun

Personal pronouns adalah kata ganti untuk orang, binatang, tempat, atau sesuatu benda. Dalam kalimat, personal pronouns dapat digunakan sebagai subjek (the subject of a verb) maupun objek (the object of a verb).

Personal pronouns yang digunakan sebagai subjek kata kerja adalah I, you, he, she, it, we, dan they.

Contoh kalimat:
- My father works hard. He works in a factory.
- My sister is older than me. She is twelve.

Personal pronouns yang digunakan sebagai objek kata kerja adalah me, you, him, her, it, us dan them.
Contoh kalimat:
- I’m doing my homework. Dad is helping me.
- Goodbye, children! I’ll call you later.

Possessive pronouns adalah kata ganti yang menunjukkan kepemilikan atas suatu benda. Kata-kata yang biasa digunakan adalah mine, yours, his, hers, ours, theirs.

Contoh kalimat:
- Look at those cars. Theirs is really ugly; ours is beautiful.
-
This new car is mine.

Reflexive pronouns adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh diri subjek sendiri (subject of the verb). Kata ganti yang dipakai adalah personal pronouns (my, your, him, her, it, our, them) ditambah dengan self untuk kata benda tunggal (singular) atau selves untuk kata benda jamak (plural).

Kata ganti yang digunakan sebagai Reflexive pronoun adalah: myself, yourself, yourselves, themselves, himself, herself, dan itself.

Contoh:
- He encouraged himself to do his homework immediately.
- I enjoyed myself by traveling around the world.


Sumber :
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/future-simple.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/02/singular-and-plural-nouns.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/reflexive-pronouns.html

Karangan / Cerpen Bahasa Inggris



THE STORY OF TWO FRIENDS


Sunday morning, as usual Aldo and Aldi training football in Gelora Bung Karno, Senayan. They were accompanied by their parents, while the training is running they suddenly confused two companions who did not training at the moment is Rizky and Rudy. Why Rizky and Rudy missed training? Aldo asked Aldi. Should we tell the coach about this, answered Aldi. At the time of getting the report, after completion of training coaches and assistant coaches hurry to find Rizky and Rudy.

The next day on Sunday morning, coach tells the search results what causes Rizky and Rudy missed training. They were skipping training and coaches find they were playing in a playground where he bought snacks and soft drinks. At that time Aldo asked Risky and Rudy "why did you skip training football ?" "because we want to feel what it's like skipping" answered Rizky and Rudy. They both eventually regret and shame over their actions were not good. Coach finally forgive them and hopefully this incident will not happen again. Then they both go back training football as usual.

After the incident, eventually they always accompanied by their parents when they go to training to avoid the recurrence of such acts. Of the incident skipped training yesterday Aldo and Aldi learned that skipping it is not a good measure. Then they want to go home.

At night, in the living room Aldi. His father tells bad about skipping action and can invite criminal actions such as kidnapping committed by others. His father tells "That afternoon, in one playground Senayan area there is a group of people using the car and kidnapped the child to take the child home to the uninhabited, and they will ask for some money to free the child, if the demand is not met then the child will die hunger " but it was 6 months ago. He explained.


Selasa, 07 Januari 2014

Etika Bisnis


Kasus Hak Pekerja :

Masalah kasus Pengusaha dan Puluhan Pekerja panci di Tanggerang yang terkena tindakan kekerasan dan belom mendapatkan Hak-hak nya.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyesalkan lambannya penyelesaian kasus pekerja panci di Tangerang. Menurut Kadiv Advokasi dan HAM KontraS, Yati Andriyani, sudah tiga bulan kasus yang menimpa puluhan pekerja panci terkuak, namun sampai saat ini belum satu pun berbuah hasil seperti harapan. Pasalnya, para pekerja yang semasa bekerja kerap mendapat perlakuan tidak manusiawi dari pengusahanya itu sampai saat ini belum dipenuhi hak-haknya. Mulai dari upah sampai hak-hak lainnya sebagai pekerja. Yati mencatat ada 3 instansi pemerintah yang memproses kasus tersebut, yaitu polres tigas raksa Tanggerang, dinas tenaga kerja kabupaten Tanggerang dan kemenakertrans. Proses penyiidikan memmakan waktu sejak 2 mei 2013 dan menyerahkan berkas kke jaksaan negeri tanggerang 25 juli 2013. Hasil penyidikan hanya mencantumkansi pengusaha yaitu yuki dan mandor. Padahal dalam pemeriksaan saksi menyebutkan keterlibatan aparat kepolisisan dan TNI. Adanya intimidasi dan ancaman dengan cara tembakan ke tanah dimana para pekerja panci yang sedang bekerja. Menurut Sekjen (OPSI), Timboel Siregar melihat kasus ini seakan hilang ditiup angin. Padahal kasus ini terungkap banyak janji yang di umbar pihak berwewenang untuk menyelesaikan masalah. Timboel mendeak pemerintah dan aparat penegak hokum segera menuntaskan kasus tersebut baik menyangkut erdata dan pidana, dan menegakkan hokum dibarengi dengan perbaikan pengawasan ketenagakerjaan. Hingga sekarang Kemenakertrans belum memberikan pernyataan resmi dan belum berbuah hasil.
 Kasus iklan tidak etis:
Iklan Fren (Nelpon Pake Fren Bayarnya Pake Daun) 
Persaingan sengit antara para penyedia layanan kartu selurer tampaknya sudah memasuki suatu demensi baru.  Perang tarif dan perang ikon menjadi sesuatu yang lumrah, dan lagi-lagi masyarakat yang menjadi tujuan peperangan tersebut. Fren, salah satu penyedia layanan kartu seluler beberapa waktu lalu mengeluarkan sebuah iklan yang menampilkan seorang wanita hanya mengenakan daun dan ditemani beberapa pria yang juga hanya mengenakan daun.Setidaknya ada 2 hal di iklan itu yang menjadi bahan perdebatan :
1.        Iklan ini menempatkan seorang wanita muda hanya mengenakan daun, dan ada tiga pria yang juga hanya mengenakan daun di belakangnya. Iklan ini tidak mendidik. Iklan ini jelas termasuk iklan yang mengeksploitasi seksual. Apa salahnya bila wanita dan tiga pria itu mengenakan pakaian yang pantas?
2.        YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) juga mempermasalahkan slogan dari Fren, “Nelpon Pake Fren Bayarnya Pake Daun”. YLKI berpendapat daun bukan merupakan alat pembayaran yang sah.
 Kasus Etika pasar bebas:
KASUS ETIKA BISNIS INDOMIE DI TAIWAN
Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.
A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%. Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah. Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.
Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.
Kasus Whistle blowing:
Kasus skandal perusahaan The Big Tobbacoh
Contoh kasus di negara lain Jeffrey Wigand adalah seorang Whistle Blower yang sangat terkenal di Amerika Serikat sebagai pengungkap sekandal perusahaan The Big Tobbacoh. Perusahaan ini tahu bahwa rokok adalah produk yang gaddictiveh dan perusahaan ini menambahkan bahan gcarcinogenich di dalam ramuan rokok tersebut. Kita tahu bahwa gcarcinogenic adalah bahan berbahaya yang dapat menimbulkan kanker. Yang perlu diingat bahwa Whistle Blower tidak hanya pekerja atau karyawan dalam bisnis melainkan juga anggota di dalam suatu institusi pemerintahan (Contoh Khairiansyah adalah auditor di sebuah institusi pemerintah benama BPK).